See how a minor change to your commit message style can make you a better programmer.
Format: <type>(<scope>): <subject>
<scope> is optional
Diadaptasi dari artikel berikut.
Perhatikan variabel-variable di kode berikut:
package main
import "fmt"Konteks tulisan ini bisa dilihat di page sebelumnya:
Tulisan ini ditujukan untuk koder JavaScript, TypeScript, atau Java.
Beliau-beliau ini, biasanya sudah mempunyai "mental-model"-nya sendiri tentang bagaimana caranya membuat program menggunakan class,property, dan method-nya.
Konteks tulisan ini bisa dilihat di page sebelumnya:
Misalkan ada interface dan class seperti ini di TypeScript:
interface ClockInterface {| module mock | |
| go 1.15 | |
| require ( | |
| github.com/stretchr/testify v1.6.1 | |
| gopkg.in/go-playground/assert.v1 v1.2.1 | |
| ) |
Catatan ini diadaptasi dari artikel berikut.
Konteks tulisan ini bisa dilihat di page sebelumnya
Di dunia node.js dan JavaScript, testing dan mocking bisa dilakukan dengan mocha, sinon, chai dan kawan-kawannya. Cara pemakaiannya simple, tapi agak tricky.
Nah, kalau di golang, salah satu yang populer adalah testify. Catatan ini sebenarnya merupakan pendahuluan agar bisa memahami penggunaannya.
Catatan ini merupakan sambungan dari Kegunaan Interface. Kode-kode yang digunakan di page ini terkait dengan page tersebut.
Coba perhatikan kode berikut:
package main
import (
"testing"Catatan ini merupakan lanjutan dari Test dan Mock Menggunakan Testify
Pada catatan sebelumnya, kita membuat mock secara manual.
Yang jadi pertanyaan:
Tentu saja programmernya capek.