1. Lifecycle (Daur Hidup)
Setiap komponen Android (Activity, Fragment, Service) memiliki daur hidup (lifecycle) yang terdefinisi dengan baik. Ini adalah serangkaian keadaan yang dilewati komponen dari saat dibuat hingga dihancurkan. Memahami lifecycle sangat penting untuk mengelola sumber daya, menyimpan data, dan memastikan aplikasi berjalan dengan baik. Beberapa metode lifecycle yang umum:
onCreate(): Dipanggil saat komponen pertama kali dibuat. Inisialisasi awal dilakukan di sini.onStart(): Komponen menjadi terlihat oleh pengguna.onResume(): Komponen aktif dan berinteraksi dengan pengguna.onPause(): Komponen tidak lagi menjadi fokus utama (misal, aplikasi lain muncul di atasnya), tetapi masih terlihat.onStop(): Komponen tidak lagi terlihat oleh pengguna.onDestroy(): Komponen dihancurkan dan memori dibebaskan.
2. Activity
Activity adalah komponen aplikasi yang menyediakan layar tunggal dengan antarmuka pengguna (UI) yang dapat diinteraksi oleh pengguna. Sebagian besar aplikasi Android terdiri dari beberapa Activity. Setiap Activity biasanya mewakili satu layar atau bagian spesifik dari aplikasi.
- Contoh: Layar login, layar daftar produk, layar detail produk.
3. Fragment
Fragment adalah bagian modular dari UI Activity. Fragment memungkinkan Anda untuk membagi UI Activity menjadi komponen-komponen yang dapat digunakan kembali dan mandiri. Ini sangat berguna untuk desain UI yang responsif (misalnya, tata letak yang berbeda untuk ponsel dan tablet) dan untuk mengelola UI yang kompleks.
- Satu Activity bisa memiliki beberapa Fragment.
- Satu Fragment bisa digunakan di beberapa Activity.
4. Intent
Intent adalah objek pesan yang digunakan untuk meminta tindakan dari komponen aplikasi lain (baik dalam aplikasi Anda sendiri maupun aplikasi lain). Intent digunakan untuk memulai Activity, memulai Service, atau mengirimkan Broadcast.
- Explicit Intent: Digunakan untuk memulai komponen spesifik (misalnya, memulai Activity lain dalam aplikasi Anda).
- Implicit Intent: Digunakan untuk meminta sistem Android untuk menemukan komponen yang dapat menangani tindakan tertentu (misalnya, membuka browser web, mengambil gambar dari galeri).
5. BroadcastReceiver
BroadcastReceiver adalah komponen yang memungkinkan aplikasi untuk merespons siaran (broadcast) yang dikirim oleh sistem Android atau aplikasi lain. Siaran ini bisa berupa peristiwa sistem (misalnya, baterai lemah, panggilan masuk, koneksi jaringan berubah) atau siaran kustom dari aplikasi lain.
- Contoh: Menerima notifikasi SMS, merespons perubahan status koneksi Wi-Fi.
6. Service
Service adalah komponen aplikasi yang dapat melakukan operasi jangka panjang di latar belakang tanpa menyediakan antarmuka pengguna. Service dapat berjalan bahkan ketika aplikasi tidak aktif.
- Contoh: Memutar musik di latar belakang, mengunduh file, melakukan sinkronisasi data dengan server.
7. ContentProvider
ContentProvider adalah komponen yang mengelola akses ke data terstruktur yang dikelola oleh aplikasi. Ini menyediakan antarmuka standar untuk aplikasi lain untuk mengakses data aplikasi Anda dengan aman dan terstruktur.
- Contoh: Mengakses data kontak di perangkat, data kalender, atau data dari aplikasi lain yang diekspos melalui ContentProvider.
8. View dan ViewGroup
- View: Adalah blok bangunan dasar untuk elemen antarmuka pengguna, seperti
TextView(untuk menampilkan teks),Button(untuk tombol),ImageView(untuk menampilkan gambar),EditText(untuk input teks). - ViewGroup: Adalah kontainer yang digunakan untuk menampung dan mengatur
Viewlainnya. Contohnya adalahLinearLayout(mengatur tampilan secara linear) danRelativeLayout(mengatur tampilan berdasarkan posisi relatif terhadap tampilan lain).
Ini adalah gambaran singkat tentang materi dasar Android. Memahami konsep-konsep ini adalah pondasi yang kuat untuk mengembangkan aplikasi Android yang kompleks dan fungsional.